BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Perkembangan
zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini
menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan
kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan
pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
tersebut adalah pendidikan.
Pendidikan
adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui
kegiatan pengajaran. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003,
menyatakan, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan
dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan
mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Salah satu faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya.
Salah satu faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya.
Motivasi
mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun
siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna
memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar
dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan
perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena
didorong motivasi. Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat
mempengaruhi belajar adalah faktor metode pembelajaran.
Motivasi juga adalah sebuah dorongan terhadap diri
kita agar kita melakukan sesuatu hal. Dorongan yang kita dapat itu bisa bersumber
dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri atu pun dari hal atau orang
lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang menjadi suatu sumber
tenaga dalam kita mengerjakan suatu hal agar kita mencapai suatu tujuan yang
kita inginkan. Dalam hal ini kegiatan yang kita lakukan dapat berbentuk negatif
ataupun positif meskipun motivasi kita semua awalnya “baik”.
Motivasi ada banyak jenisnya antara lain motivasi
belajar, motivasi berprestasi, motivasi agresi, motivasi berafiliasi, dll.
Dalam hal ini motivasi berprestasi yang akan menjadi topik utamanya. Hal itu
dikarenakan motivasi inilah yang sangat umum di masyarakat.
B. RUMUSAN MASALAH
a.
Apa yang dimaksud motivasi?
b.
Bagaimana contoh macam-macam motivasi?
c.
Bagaimana indikator motivasi?
d.
Bagaimana pengukuran motivasi?
C.
Tujuan Penulisan
a.
Untuk mengetahui pengertian motivasi.
b.
Untuk mengetahui macam-macam motivasi dan dapat membedakan motivasi.
c. Untuk mengetahui berbagai macam indikator
motivasi.
d. Untuk mengetahui bagaimana cara pengukuran
dalam motivasi.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Konsep Motivasi
a.
Pengertian Motivasi
Motivasi
berasal dari bahasa Latin, movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya
to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme
yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif tidak berdiri sendiri,
tetapi saling berkaitan dengan faktor lain, baik faktor eksternal, maupun
faktor internal. Hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi.
Sedang
menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai faktor fisiologi dan psikologi
yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada
waktu tertentu.
Ada beberapa
pengertian motivasi menurut para ahli:
1. Menurut Wexley
& Yukl mengemukakan bahwa motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif,
dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.
2. Mitchell mengemukakan bahwa motivasi
mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya,
dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang
diarahkan ke tujuan tertentu.
3. Gray
mengemukakan bahwa motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal,
atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap
antusiasme, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.
4. Morgan mengemukakan
bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek
dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku
( motivating states ), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (
motivated behavior ), dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends
of such behavior).
5. McDonald mendefinisikan motivasi sebagai perubahan
tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi
mencapai tujuan.
6. Soemanto secara
umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh
dorongan efektif dan reaksi- reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia
itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang
memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi didalam diri
seseorang.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa
yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dan yang
memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh
subjek belajar itu dapat tercapai.
Menurut Dimyati dan Mudjiono
motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki 2 jenis tingkat kekuatan,
yaitu:
1. Motivasi Primer
Motivasi primer
adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar, motif dasar tersebut
berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Dimyati mengutip pendapat
Mc.Dougal bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan dan perasaan
subjektif dan dorongan mencapai kepuasan contoh mencari makan, rasa ingin tahu
dan sebagainya.
2. Motivasi Sekunder
Motivasi
sekunder adalah motivasi yang dipelajari,motif ini dikaitkan dengan motif
sosial, sikap dan emosi dalam belajar terkait komponen penting seperti afektif,
kognitif dan kurasif, sehingga motivasi sekunder dan primer sangat penting
dikaitkan oleh siswa dalam usaha pencapaian prestasi belajar.
c. Sifat-Sifat Motivasi
Dalam
membahas macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni
motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi
intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa
disebut ”motivasi ekstrinsik”.
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi yang berasal dari dalam
diri yaitu yang didorong oleh faktor kepuasan dan ingin tahu .Jenis motivasi
ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang
lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.yang kemudian disebut juga dengan
motivasi intrinsik.
Menurut Syaiful Bahri motivasi intrinsik yaitu
motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan
dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan
sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni
menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam
diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno mengartikan motivasi intrinsik sebagai
motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan
dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat
tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul
dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.
Motivasi intrinsik merupakan
motivasi yang berasal dari rangsangan di dalam diri setiap individu. Ia terdiri
daripada dorongan dan minat individu untuk me-lakukan suatu aktivitas tanpa
mengharap ataupun meminta ganjaran. Sebagaimana yang sudah dibicarakan, Bruner mengaitkan
motivasi intrinsik ini dengan naluri ingin tahu dan dorongan mencapai kemudahan
belajar bagi murid yang baru masuk sekolah. Bagaimanapun, bukan semua motivasi intrinsik
diwujudkan secara nyata, akan tetapi ada juga motivasi intrinsik yang dibentuk
melalui pembelajaran dan pengalaman yang membawa kepuasan. Contohnya, kebisaaan
membaca buku cerita dan bermain alat musik merupakan gerakan motivasi intrinsik
yang dibentuk berdasarkan pembelajaran dan pengalamannya.
Harter mengenal pasti lima dimensi
kecenderungan motivasi intrinsik dalam bidang pembelajaran. Dimensi-dimensi ini
adalah insentif bekerja untuk memuaskan minat dan sifat ingin tahu, percobaan
untuk mencapai penguasaan yang bebas, penilaian yang bebas berkenaan dengan apa
yang hendak dilakukan di dalam kelas dan semangat untuk dapat meraih
keberhasilan.
Pelajar yang lebih cenderung ke arah
motivasi intrinsik menyukai pekerjaan yang menantang. Mereka mempunyai insentif
yang lebih untuk belajar memanfaatkan kepuasan diri sendiri daripada mengambil
hati guru untuk mendapatkan nilai yang baik. Mereka lebih suka mencoba
mengatasi masalah dengan sendirinya daripada bergantung pada bantuan ataupun
bimbingan guru. Mereka juga menerapkan suatu sistem penguasaan target dan taraf
pencapaian yang memperbolehkan mereka membuat penilaian yang bebas berkenaan
dengan keberhasilan ataupun kegagalan mereka di dalam kelas tanpa bergantung
pada guru untuk mendapatkan hasil ataupun penilaian.
2. Motivasi
Ekstrinsik
Motivasi yang berasal dari luar
yaitu perangsang ataupun stimulus dari luar (sebagai contohnya ialah nilai,
hadiah serta bentuk-bentuk penghargaan lainnya) adalah ‘motivasi ekstrinsik’.
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah
karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan
keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
Menurut A.M. Sardiman motivasi ekstrinsik adalah
motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.
Sedangkan Rosjidan, et al menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang
tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam
perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik
adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena
ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian
seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan,
motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya
pengaruh dari luar.
Motivasi ekstrinsik diwujudkan dalam
bentuk rangsangan dari luar yang bertujuan menggerakkan individu untuk
melakukan suatu aktivitas.
d. Aspek motivasi
Tiga aspek motivasi menurut Walgito, yaitu:
1. Keadaan yang
mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri organisme
yang timbul
karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental (berpikiri dan
ingatan).
2. Perilaku
yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut.
3. Sasaran atau
tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut.
e. Ciri-ciri motivasi
menurut Plotnik ciri-ciri motivsi,
yaitu sebagai berikut:
1. Anda
terdorong berbuat atau melaksanakan suatu kegiatan.
2. Anda
langsung mengarahkan energi anda, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3. Anda
mempunyai intensitas perasaan-perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan
itu.
f. Fungsi Motivasi
Dalam
kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Belajar akan menjadi
optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan akan makin
berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan
intensitas usaha bagi para siswa.
Sehubungan
dengan hal tersebut, Sardiman A.M. mengemukakan tiga fungsi motivasi sebagai
berikut :
1) Mendorong
manusia untuk berbuat
2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbutan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.
2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbutan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.
Disampingitu,
ada juga fungsi-fungsi lain seperti mendorong usaha dan pencapaian prestasi.
Intensitas motivasi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian
prestasi belajar.
Menurut Max Darsono, dkk ada
beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:
a. Cita-cita atau aspirasi siswa
a. Cita-cita atau aspirasi siswa
Cita-cita atau aspirasi adalah
suatu target yang ingin dicapai.Cita-cita akan memperkuat motivasi
belajar.
b. Kemampuan
belajar
Dalam belajar dibutuhkan
berbagai kemampuan.Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat
dalam diri siswa, misalnya penghematan, perhatian, ingatan, daya pikir,
fantasi.
c. Kondisi
siswa
Siswa adalah makhluk yang
terdiri dari kesatuan psikofisik. Kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi
belajar di sini berkaitan dengan kondisi fisik, dan kondisi psikologis. Seorang
siswa yang kondisi jasmani dan rohani yang terganggu, akan menganggu perhatian
belajar siswa, begitu juga sebaliknya.
d. Kondisi
lingkungan
Kondisi lingkungan merupakan
unsur-unsur yang datang dari luar diri siswa. Kondisi lingkungan yang sehat,
kerukuan hidup, ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya dengan
lingkungan yang aman, tentram, tertib dan indah, maka semangat dan motivasi
belajar mudah diperkuat.
e. Unsur-unsur
dinamis dalam belajar
Unsur-unsur dinamis dalam
belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses belajar mengajar
tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan bahkan hilang sama
sekali. Misalnya keadaan emosi siswa, gairah belajar, situasi dalam keluarga
dan lain-lain.
f. Upaya guru
dalam pembelajaran siswa
Upaya yang dimaksud disini
adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari
penguasaan materi,cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa, mengevaluasi
hasil belajar siswa, dan lain-lain. Bila upaya-upaya tersebut dilaksanakan
dengan berorientasi pada kepentingan siswa, maka diharapkan dapat menimbulkan
motivasi belajar siswa.
h.
Bentuk-bentuk Motivasi
Penerapan
tugas sebagai salah satu bentuk/cara untuk membangkitkan motivasi belajar siswa
tentu dibutuhkan kehandalan guru sebagai penggerak untuk bagaimana siswa itu
termotivasi dan maju untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan yaitu :
1. Memberi
angka.
Angka dalam
hal ini sebagai simbol dari nilai kegatan belajarnya. Banyak siswa belajar,
yang utama justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Angka-angka yang baik
itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat.
2. Hadiah
Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi.
Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi.
3. Saingan/Kompensis.
Saingan atau kompensis dapat juga dikatakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa.
Saingan atau kompensis dapat juga dikatakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa.
4. Ego-Involment.
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.
5. Pujian
Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baikperlu dierikan pujian. Pujian ini adalah bentuk Reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baikperlu dierikan pujian. Pujian ini adalah bentuk Reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
6. Hukuman
Hukuman sebagai reinforment yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa jadi alat motivasi.
Hukuman sebagai reinforment yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa jadi alat motivasi.
i. Teori-teori Motivasi
1.
Teori Insentif
Yaitu teori yang mengatakan bahwa
seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan
dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu
bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan
mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Seringkali
sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
2.
Teori Hirarki Kebutuhan
Teori ini
dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori
ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan
fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan
penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
3.
Takut Kehilangan vs Kepuasan
Teori ini
mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu
takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan
adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang
yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada
juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini
termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding
meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
4.
Kejelasan Tujuan
Teori ini mengatakan
bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari
teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia
memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal
Setting (penetapan tujuan).
2.
Indikator
Motivasi
Dalam menilai motivasi pada siswa diperlukan
aspek-aspek yang terukur. Menurut Keke T. Aritonang, motivasi belajar siswa
meliputi beberapa dimensi yang dapat dijadikan indikator.
Ketekunan
dalam belajar (subvariabel)
1) Kehadiran di sekolah (indikator)
2) Mengikuti PBM di kelas (indikator)
3) Belajar di rumah (indikator)
1) Kehadiran di sekolah (indikator)
2) Mengikuti PBM di kelas (indikator)
3) Belajar di rumah (indikator)
Ulet dalam
menghadapi kesulitan (subvariabel)
1) Sikap terhadap kesulitan (indikator)
2) Usaha mengatasi kesulitan (indikator)
1) Sikap terhadap kesulitan (indikator)
2) Usaha mengatasi kesulitan (indikator)
Minat dan
ketajaman perhatian dalam belajar (subvariabel)
1) Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran (indikator)
2) Semangat dalam mengikuti PBM (indikator)
1) Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran (indikator)
2) Semangat dalam mengikuti PBM (indikator)
Berprestasi
dalam belajar (subvariabel)
1) Keinginan untuk berprestasi (indikator)
2) Kualifikasi hasil (indikator)
1) Keinginan untuk berprestasi (indikator)
2) Kualifikasi hasil (indikator)
Mandiri
dalam belajar (sub variabel)
1) Penyelesaian tugas/PR (indikator)
2) Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran (indikator)
1) Penyelesaian tugas/PR (indikator)
2) Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran (indikator)
Abin
Syamsuddin Makmun mengemukakan bahwa
untuk memahami motivasi dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
1) Durasi kegiatan.
2) Frekuensi kegiatan.
3) Presistensi pada
kegiatan.
4)
Ketabahan, keuletan, dan kemampuan dalam menghadapi rintangan dan kesulitan.
5) Devonasi dan
pengorbanan untuk mencapai tujuan.
6) Tingkat aspirasi yang
hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
7)
Tingkat kualifikasi prestasi/produk (output) yang dicapai dari kegiatan yang
dilakukan.
8) Arah sikap terhadap
sasaran kegiatan.
Menurut Martin Handoko untuk
mengetahui kekuatan motivasi belajar siswa dapat dilihat dari beberapa
indikator sebagai berikut:
1)
Kuatnya kemauan untuk berbuat.
2)
Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar.
3)
Kerelaan meninggalkan kewajiban/tugas yang lain.
4)
Ketekunan dalam mengerjakan tugas.
Sejalan
dengan pendapat diatas, menurut Sardiman indikator motivasi belajar sebagai
berikut:
1)
Tekun menghadapi tugas.
2)
Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
3)
Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa.
4)
Lebih senang bekerja mandiri.
5)
Dapat mempertahankan pendapatnya.
Berdasarkan
indikator-indikator di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar yang akan
diungkap yaitu:
1)
Kuatnya kemauan untuk berbuat.
2)
Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar.
3)
Kerelaan meninggalkan kewajiban/tugas yang lain.
4)
Ketekunan dalam mengerjakan tugas.
5)
Dapat mempertahankan pendapatnya.
6)
Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
7)
Lebih senang bekerja mandiri.
8)
Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa.
3. Pengukuran
Motivasi
a.
Pengukuran Motivasi Belajar
Pengukuran motivasi belajar, dapat
dilakukan dengan membuat sebuah instrumen pengukur yang memiliki rentangan.
Rentangan tersebut kemudian diberi nilai secara kontinum dari yang tertinggi
sampai yang terendah, berbentuk kode yaitu secara berturut-turut kode,
misalnya:
1) SS (Sangat Setuju) dengan nilai 5,
2) kode S (Setuju) dengan nilai 4,
3) kode R (Ragu-ragu) dengan nilai 3,
4) Kode TS (Tidak Setuju) dengan nilai 2,
5) Kode STS (Sangat Tidak Setuju) dengan nilai 1.
Edward Murray berpendapat bahwa karakteristik orang
yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi adalah sebagai berikut :
1.
Melakukan sesuatu dengan
sebaik-baiknya,
2.
Melakukan sesuatu dengan mencapai
kesuksesan,
3.
Menyelesaikan tugas-tugas yang
memerlukan usaha dan keterampilan,
4.
Berkeinginan menjadi orang terkenal
dan menguasai bidang tertentu,
5.
Melakukan hal yang sukar dengan
hasil yang memuaskan,
6.
Mengerjakan sesuatu yang sangat
berarti,
7.
Melakukan sesuatu yang lebih baik
dari orang lain.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Motivasi
belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dan yang memberikan arah pada
kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu
dapat tercapai.
Secara
umum motivasi itu terbagi dua, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi
ektrinsik. Motivasi dikatakan intrinsik apabila hal dan keadaan yang berasal
dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan
belajar. Sedangkan motivasi dikatakan ektrinsik apabila mahasiswa menempatkan
tujuan belajarnya di luar faktor-faktor situasi belajar. Faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa diantaranya cita-cita atau aspirasi,
kemampuan, kondisi siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam
belajar, dan upaya guru membelajarkan siswa.
Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam
kegiatan belajar bagi mahasiswa, mempengaruhi intensitas kegiatan belajar,
tetapi motivasi dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dengan belajar. Makin
tinggi tujuan belajar maka akan semakin besar pula motivasinya, dan sebaliknya.
2. Saran
Makalah yang telah disusun dengan
sebaik mungkin ini diharapkan dapat membantu para pembaca khususnya mahasiswa
dalam pembahasan tentang teori dan konsep motivasi dalam hal ini motivasi
berprestasi, selain itu makalah ini diharapkan dapat memberikan perbandingan
pendangan dengan apa yang telah diperoleh dilingkungan pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dimyati dan Mudjiono.2013.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta.
(diakses pada
tanggal 14 Oktober 2013, pukul : 12:20 wib)
(diakses pada
tanggal 14 Oktober 2013, pukul : 12:20 wib)
(diakses pada
tanggal 14 Oktober 2013, pukul : 12:20 wib)
(diakses pada
tanggal 14 Oktober 2013, pukul : 12:20 wib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar